^_^ selamat datang di blog ku (ady ari) ^_^

Selasa, 08 November 2011

renungan.. doa akasyah RA

“ Ya Allah limpahkan shalawat kepada nabi Muhammad, juga kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Dengan menyebut nama Allah sebagai sumber cahaya-Nya diatas semua cahaya. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan cahaya dan menurunkan kitab Turat diatas bukit Thuur dan kitab yang tertulis. Segala puji bagi Allah yang kekayaannya selalu disebut-sebut, yang terkenal dengan keagungannya, dalam keadaan suka dan duka yang selalu disyukuri. Dan segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi menjadikannya gelap dan terang, namun orang-orang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka”
“ Ya Allah, wahai yang banyak pemberian-Nya, yang kekal hubungan-Nya, wahai yang baik perbuatan-Nya, wahai pemberi rizki semua hamba dalam segala keadaan, wahai yang menciptakan tanpa contoh, wahai yang kekal lagi tidak lenyap, selamatkanlah kami dari kekafiran dan kesesatan dengan kebenaran kalimat tiada Tuhan selalin Allah , dan nabi Muhammad utusan Allah.”
“ Ya Allah , jika keraguan atas-Mu memasuki Imanku, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, aku bertobat darinya dan berserah diri padaMu,..
“Ya Allah, jika kekufuran kepada Mu memasuki keislamanku, sedang aku tidak mengetahuinya dan mengetahuinya, aku bertobat darinya dan berserah diri kepadanya dan ku katakan bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, nabi Muhammad utusan Allah..”
“Ya Allah, jika keraguan meng-Esa-kan Mu memasuki jiwaku, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya aku bertobat darinya…
“Ya Allah, jika didiriku dirasuki perasaan besar kepala ,sombong, riya dan suka pamer serta kurang beramal karena-Mu, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya aku bertobat darinya dan berserah diri kepadamu, dan mengatakan tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad utusan Allah..”
“ Ya Allah, jika lisanku pernah melakukan dusta, mengumpat, mengadu domba dan bohong, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya ,maka aku bertobat dan berserah diri kepadaMu…”
“Ya Allah, jika di dada (hatiku) mendapat bisikan yang berdosa dan gangguan setan (waswas) sedang aku tidak mengetahuinya atau mengetahuinya, maka aku bertobat pada Mu dan berserah diri pada Mu..”
“Ya Allah, jika di dalam ma’rifatku kepada Mu terdapat unsur penyerupaan dan kealpaan, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahui Nya, maka aku bertobat darinya dan berserah diri kepadaMu
“ Ya Allah, jika kemunafikan memasuki hatiku karena dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, maka aku bertobat dan berserah diri pada Mu..”
“Ya Allah, jika riya memasuki amal perbuatan dan ucapanku, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, maka aku bertobat darinya dan berserah diri kepadaMu..”
“Ya Allah, jika perbuatan jahat apapun yang telah kulakukan, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, maka aku bertobat dariny dan berserah diri padaMu..”
“Ya Allah, kebaikan apapun yang Engkau kehendaki bagiku, namun aku tidak mensyukurinya sedang aku mengetahui dan tidak mengetahuinya, maka aku bertobat berserah diri padaMu..”
“Ya Allah, urusan apapun yang Engkau takdirkan atas diriku, namun aku tidak merasa puas dengannya, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, maka aku bertobat darinya dan berserah diri pada Mu..”
“ Ya Allah, nikmat apapun yang telah Engkau berikan kepadaku, namun aku mendurhakai Mu, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, maka aku bertobat kepada Mu dan berserah diri kepada Mu.”
“Ya Allah, nikmat-nikmat apapun yang telah Engkau kuasakan kepadaku, namun aku lalai mensyukurinya, sedang aku tidak mengetahui dan mengetahuinya, aku bertobat pada Mu dan berserah diri kepadaMu..”
“Ya Allah, nikmat-nikmat apapun yang kau kuasakan kepadaku, namun aku tidak menunaikan haknya secara benar, sedang aku mengetahui dan tidak mengetahuinya, maka aku bertobat kepada Mu, dan berserah diri kepadaMu sambil menyeru tiada Tuhan selain Allah nabi Muhammad utusan Allah..
“Ya Allah, kebaikan apapun yang engkau kuasakan kepadaku, tetapi aku tidak memujiMu, maka aku bertobat pada-Mu dan berserah diri padaMu
“Ya Allah, memandangMu adalh perbuatan yang enkau sukai, namun aku menjadi petaka bagiku karena aku memejamkan mataku pada-Mu, maka aku bertobat padaMu dank u berserah diri padaMu
“Ya Allah urusan apapun yang telah menjadi baik bagiku berkat kemurahanMu, namun aku memandangnya bukan dariMu, sedang aku menyadari dan tidak menyadarinya, maka aku bertoba dan bersah diri padaMu

Cukuplah bagiku Allah sebagai penolong, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung, dan penolong sebaik-baiknya, Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Rabu, 02 November 2011

akhir-akhir ini lebih baik karena bersyukur ^_^

maha besar ALLAH ^_^

alhamdulialh segala puji bagi ALLAH, yg telah menenangkan hatiku, memperbaiki akhlakku...
yang maha membolak balikkan hatiku.. dan sekarang aku jauh lebih baik karena-Mu..

iya.. Engkau yg menitipkan hati seseorang kepadaku, dan aku pikir tdk mungkin mudah buat menghapus dia dlm hatiku.. dan ternyata Engkau Maha bijaksana, tidak ingin aku bersedih terlalu lama,, dan ternyata jauh dari yang aku duga,,, Engkau membalikkan hatiku untuk tidak lagi menaruh dia di hatiku..  dan sangat mudah..

Engkau mendengarkan doaku... untuk memberikan yang terbaik bagiku..


dan ini jawaban dari Engkau ya Rabb.. sekarang tugasku mamperbaiki diri untuk menyambut seseorang yang Engkau pilihkan untukku,, dengan ijin-Mu ya Rabb, aku akan menunggu sampai dia datang padaku ^_^

sangat mudah melupakan dia ^_^

Senin, 17 Oktober 2011

sedikit puisi buat yang baca blog ku :
jika namamu yang tertulis di lauhil mahfud untukku, niscaya allah akan menumbuhkan rasa cinta diantara kita, tugasku bukan untuk mencarimu, tetapi menunggumu .... tugasku bukan merayumu, tetapi menjaga dan memperbaiki akhlak ku, wahai seseorang yang namanya  telah tertulis di lauhil mahfud untukku,suamiku, pendampingku, ayah dari anak anakku, engkau yang menemani perjalanan hidupku aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu untuk aku tulang rusukmu dan menjadi buah hatiku kelak ...
 aku percaya tulang rusuk tidak akan pernah tertukar ... secepatnya temukan aku... karena disini aku menunggu ^_^

Senin, 10 Oktober 2011

Anggaplah aku satu dari seribu


Anggaplah aku satu dari seribu…
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa tersenyum seraya menunduk kepadamu, bergurau dengan canda tawa di hadapanmu demi menutupi wajahku yang merona merah…menutupi diriku yang sesungguhnya sangat salah tingkah ketika bersamamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa mengirimkan beberapa sms semangat, yang kemudian kuhentikan karena merasa ada yang tidak benar dengan mengirimkan sms-sms itu…sejujurnya jari-jariku ini terasa gatal tiap kali aku membuka kontak di ponselku dan melihat namamu ada di dalamnya.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, semakin hari aku semakin takut berada di dekatmu, aku menahan diriku agar dapat sejarang mungkin berkomunikasi denganmu…kemudian aku perlahan menjauh, ketika hatiku mulai bergemuruh hanya dengan melihat sosokmu, ketika mataku senantiasa menemukan dirimu, tak peduli ada berapa banyak orang di sekitar kita, tak peduli seberapa jauh jarak antara aku dan kamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku mulai gelisah…dan aku mulai menceritakan tentangmu kepada Sang Pembolak-balik hati, kutitipkan hati dan harapanku kepadaNya…lalu kusebutkan namamu di tiap do’a dalam sujud-sujudku, dan tak ada satupun do’a yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua do’aku tiada lain senantiasa dan selalu…agar kamu menemukan kebahagiaan dalam hidupmu.
dengan cara itulah aku mencintaimu.

**~** CINTAKU YANG HENING **~**

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.
Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari sebulan.

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja"
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.
Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam

Sabar Dalam Penantian

Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?

a. Memperbanyak amal ibadah
Seorang muslimah dalam masa penantian hendaknya semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Pendekatan diri kepada Alloh dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah. Karena ia bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan.
 
b. Do’a dan tawakal
Rezeki, maut, termasuk jodoh manusia sudah diatur oleh Alloh, dan Dia maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNya, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakal kepadaNya. Hanya kepada Alloh kita berserah diri dan mohon pertolongan. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang shalih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat. Yakinlah Alloh akan memberikan yang terbaik. Bukankah Dia akan mengikuti persangkaan hambaNya? Karena itu jangan pernah berburuk sangka terhadap Alloh.

c. Mempersiapkan diri, membekali diri dengan ilmu
Bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan kerumah tanggaan. Lalu, bekali diri dengan keterampilan berumah tangga. Seorang suami tentu saja akan senang bila istrinya terampil dan cekatan. Terakhir, persiapkan diri menjadi istri shalihah dan sebaik–baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan, persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.

Kepada para ikhwan
Bagi para ikhwan, ketahuilah sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri? Ayolah, jangan ikhlaskan wanita–wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki – laki yang tak baik agamanya. Ingat bahwa Alloh akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Alloh.

♥♥ ✿✿ Surat Cinta✿✿♥♥ ^^

^repost

Assalamu'laikum warrahmatullahi wabarokatuh.

Sender : Akhwat
' Jemput Aku Jika Waktunya Tiba'

Sayang..
aku sedang mempersiapkan diri

menata hati supaya kelak menjadi yang terindah bagimu
belajar pada Siti Hajar yang dengan sabar dan tanpa mengeluh menghadapi segala coba yang Allah berikan.
Belajar pada Siti Khadijah yang setia dan tanpa lelah menemani Rasulullah dalam perjuangannya
Belajar pada Raihana yang tak lelah mencintai dan memberi ketulusan pada suaminya
dan belajar pada istri-istri teladan yang lain yang suatu saat akan aku tanamkan pada diriku
Sayang..aku akan simpan kesucian cintaku untukmu

untuk engkau yang nanti akan memberi cinta dan ketulusan serta perlindungan padaku

untuk engkau yang telah Allah gariskan menjadi bagian utama yang akan terpasangkan olehku karena aku potongan tulang rusukmu

Sayang..aku selalu berdoa sehingga nanti aku menjadi istri sholihah yang setia dan dengan tulus mengabdikan hidupku untukmu karena-Nya

Sayang...jemput aku jika waktunya tiba dan aku akan setia menunggumu
----------------------------------

Sender : Ikhwan
'Aku Akan Menjemputmu Dalam Keadaan Terbaik'

Cinta..
aku bekerja keras untukmu
memenuhi kewajibanku dalam persiapan lahir dan batinku
belajar menjadi imam yang baik dan patut dijadikan panutan dalam keluarga
belajar menjadi pemimpin yang tegas, berwibawa, dan bijaksana

Cinta..
aku juga belajar menjadi suami yang sholih
yang mampu memberikan ketulusan cinta dan perlindungan untuk keluargaku
kelak mendirikan tiang kasih dan pilar kebersamaan yang kokoh dan tak kan mudah roboh

Cinta..
setialah menungguku
jangan lelah menantiku
dan aku akan menjemputmu dalam keadaan terbaik itu janjiku
-------------------------------

Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥